Kamis, 23 April 2009

SaLah Satu Kekayaan ALam di Indonesia...

Objek wisata alam yang masih indah dan menjadi idola bagi wisata keluarga untuk daerah sekitar Sumatera Selatan, Air terjun Bedegung yang terletak pada 4o 03’30.32” S 103o 46’00.08” T di Desa Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung, sekitar 56 km di selatan Muara Enim. Untuk akses menuju ke lokasi jalan sudah sangat bagus bila anda dari jakarta dengan menggunakan jalan darat atau pun dari palembang.

Air terjun yg memiliki ketinggian 99 m ini bersumber dari mata air yang tak pernah kering di celah Bukit Barisan dan ke bawah membentuk sebuah sungai kecil yang deras. Curup Bedegung merupakan objek wisata alam handalan daerah ini.
Untuk memudahkan para pengunjung mendekati air terjun, tersedia jalan setapak sepanjang 600 meter yang dibangun di tepi sungai dan sebuah jembatan yang melintasi sungai kecil yang deras itu. Sedangkan di atas sungai tersedia lapangan parkir, warung-warung yang menyediakan makan dan minuman. Dan agak ke hilir, terdapat sebuah tempat pemandian alam dan tempat memancing, lengkap dengan fasilitasnya.

Tahun baru 2008 saya menyempatkan diri berwisata ke air terjun bedegung yg baru pertama kali ini saya kunjungi.
360o terjadi pada pengunjung yang mendatangi objek wisata alam ini, bila anda berkunjung pada moment yang special seperti perayaan tahun baru ataupun hari-hari besar perayaan keagaam seperti lebaran, anda akan merasakan keramaian yang sangat menonjol, pemandangan ini sangat berbeda jika kita berkunjung pada waktu-waktu biasa.

pemandangan yang indah dan arsi yang menawarkan kealamian nya, menjadi pilihan para pengunjung.. tapi sayang pemerintah daerah tidak berseunguh-sungguh untuk memfasilitasi wisata ini, contoh kecil saja.. di perayaan tahun baru yang menjadi pilihan pengunjung untuk berwisata ke air terjun Bedengung di jadikan kesempatan oleh pihak yang hanya berkepentingan mendapaatkan keuntungan semata, banyak terjadi aksi premanisme dalam penarikan tiket untuk masuk ke lokasi, apalagi bagi mereka pengunjung yang dari luar kota, seperti yang saya alami untuk masuk kelokasi saya harus berhadapan dengan pemuda setempat yang menawarkan (dengan paksaan) tiket masuk sampai 3 kali pemungutan, sebenarnya tiket yang resmi itu hanya di pintu masuk lokasi di dekat jembatan yang sudah berada di lokasi air terjun, kejadian ini sangat sudah di ketahui oleh pengelola tapi tidak ada sedikitput upaya dari pemerintah /pengelola untuk menertibkan, hal inilah yang sangat disayangkan sehingga saya menjadi berpikir ulang jika akan mengunjungi objek wisata nan elok di desa ini.

Bedegung waterfall 02Bedegung waterfall 04

Bedegung waterfall 01Bedegung waterfall 03Bedegung waterfall 05

Photo lain :

bedegung001.jpg waterfall2.jpg

Ini merupakan salah satu kekayaan alam di indonesia yg begitu menawan...

Kita sebagai masyarakat indonesia harus menjaga & melestarikan suatu kekayaan alam ini,,

I LOVE INDONESIA...



Anak Autis, G' PerLu Takut !!!


Memiliki anak yg menderita autis memang berat. Anak penderita autis seperti seorang yg kerasukan setan. Selain tidak mampu bersosialisasi, penderita tidak dapat mengendalikan emosinya. Kadang tertawa terbahak, kadang marah tak terkendali. Dia sendiri tdk mampu mengendalikan dirinya sendiri & memiliki gerakan2 aneh yg selalu diulang2. Selain itu dia punya ritual sendiri yg harus dilakukannya pada saat2 atau kondisi tertentu.

Penelitian yg intensive di dunia medis pun dilakukan oleh para ahli. Dimulai dari hipotesis sederhana sampai ke penelitian klinis lanjutan. Dan setelah banyak membaca & mengamati, saya sebagai orang awam yg sederhana ini dapat menarik kesimpulan sementara, yaitu:

  1. Autis bukan karena keluarga (terutama ibu yg paling sering dituduh) yg tdk dapat mendidik penderita. Anak autis tidak memiliki minat bersosialisasi, dia seolah hidup didunianya sendiri. Dia tidak peduli dgn orang lain. Orang lain (biasanya ibunya) yg dekat dengannya hanya dianggap sebagai penyedia kebutuhan hidupnya. (Baca: Teory of Mind, yg ditulis oleh seorang autis).
  2. Jarang sekali anak autis yg benar2 diakibatkan oleh faktor genetis. Alergi memang bisa saja diturunkan, tapi alergi turunan tidak berkembang menjadi autoimun seperti pada penderita autis.
  3. Terjadi kegagalan pertumbuhan otak yg diakibatkan oleh keracunan logam berat seperti mercury yg banyak terdapat dalam vaksin imunisasi atau pada makanan yg dikonsumsi ibu yg sedang hamil, misalnya ikan dengan kandungan logam berat yg tinggi.
  4. Terjadi kegagalan pertumbuhan otak karena nutrisi yg diperlukan dalam pertumbuhan otak tidak dapat diserap oleh tubuh, ini terjadi karena adanya jamur dalam lambungnya.
  5. Terjadi autoimun pada tubuh penderita yg merugikan perkembangan tubuhnya sendiri karena zat2 yg bermanfaat justru dihancurkan oleh tubuhnya sendiri. Imun adalah kekebalan tubuh terhadap virus/bakteri pembawa penyakit. Sedangkan autoimun adalah kekebalan yg dikembangkan oleh tubuh penderita sendiri yg justru kebal terhadap zat2 penting dalam tubuh & menghancurkannya.
  6. Akhirnya tubuh penderita menjadi alergi terhadap banyak zat yg sebenarnya sangat diperlukan dalam perkembangan tubuhnya. Dan penderita harus diet ekstra ketat dengan pola makan yg dirotasi setiap minggu. Soalnya jika terlalu sering & lama makan sesuatu bisa menjadikan penderita alergi terhadap sesuatu itu.
  7. Autis memiliki spektrum yg lebar. Dari yg autis ringan sampai yg terberat. Termasuk di dalamnya adalah hyper-active, attention disorder, dll.
  8. Kebanyakan anak autis adalah laki-laki karena tidak adanya hormon estrogen yg dapat menetralisir autismenya. Sedang hormon testoteronnya justru memperparah keadaannya. Sedikit sekali penderitanya perempuan karena memiliki hormon estrogen yg dapat memperbaikinya.

Memang berat & sangat sulit menangani anak penderita autis yg seperti kerasukan setan ini. Perlu beberapa hal yg perlu diketahui, dipahami & dilakukan, yaitu:

  1. Anak autis tidak gila & tidak kerasukan setan. Penanganan harus dilakukan secara medis & teratur.
  2. Penderita autis sebagian dapat sembuh dengan beberapa kondisi, yaitu: ditangani & terapi sejak dini; masih dalam spektrum ringan; mengeluarkan racun atau logam berat dalam tubuh penderita (detoxinasi).
  3. Perlu pemahaman & pengetahuan tentang autis & ditunjang oleh kesabaran & rasa kasih sayang dalam keluarga penderita. Terutama bagi suami-istri karena banyak kasus anak autis menjadi penyebab hancurnya rumah tangga.
  4. Dewasa ini penelitian yg berkesinambungan telah mencapai perkembangan yg luar biasa. Semakin besar harapan sembuh bagi penderita.
  5. Terapi harus dilakukan terus menerus tidak terputus walau pun tingkat perkembangan perbaikan kondisi penderita dirasa tidak ada.
  6. Diet harus terus dilakukan secara ketat, terus-menerus & sangat disiplin. Perbaikan kondisi penderita karena diet berlangsung sangat lambat, tetapi pelanggaran diet dapat menghancurkan semuanya dalam waktu yg sangat cepat.

Siapa yg tidak ingin anak autisnya dapat hidup mandiri, dapat berkarya & berprestasi baik serta dapat diterima di masyarakat? Kunci terpenting adalah dengan terus berdoa kepada Tuhan agar anak dapat diberi kesembuhan & keluarga diberi kemampuan, kekuatan, kesabaran serta ketabahan dalam membesarkan & mendampingi si anak penderita autis. Juga agar diberi jalan terbaik dalam kehidupan ini agar dapat membantu & mendukung proses perbaikan perkembangan penderita.

Pesta Jepang

Wednesday, 22 April 2009
Pesta Jepang


(0) Sriwijaya v Gamba (3)

PALEMBANG - Sriwijaya FC (SFC) benar-benar hancur lebur. Kekalahan 0-3 (0-2) dari Gamba Osaka tadi malam (21/4) di Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), membuat Laskar Wong Kito--julukan Sriwijaya FC--makin merana di pentas Liga Champion Asia (LCA) grup F.

Sisa dua laga lawan Seoul FC (Korsel) 5 Mei 2009 dan lawan Shandong Luneng (Cina) 20 Mei 2009 mendatang, tak cukup membantu. Tim berjuluk Laskar Wong Kito sudah dipastikan gagal melaju ke fase 16 besar (babak ke-2).“Kami terlalu banyak membuat offside system. Itu justru kesalahan besar bagi kami.

Sebaliknya, Gamba justru merasa beruntung,” terang Coach Sriwijaya Rahmad Darmawan.Ini kekalahan ke-4 yang diderita Isnan Ali dkk. Sebelumnya, tim berdiri sejak 2004 juga menelan tiga kekalahan. Yaitu 0-5 saat away lawan Gamba (8/4), away 0-5 dari Shandong Luneng (17/3), serta home 2-4 dari Seoul FC (10/3).

Dampaknya, tim yang 2007 lalu meraih double winners makin terpuruk di dasar klasemen sementara. Tak ada poin yang mereka dapat. Sebaliknya, Gamba sudah memastikan diri lolos fase 16 besar. Tim asuhan Akira Nishino (Jepang), meraup 12 poin.

Satu tiket lagi akan diperebutkan antara Shandong dan Seoul. Namun, peluang paling besar untuk lolos adalah Shandong. Sebab, disaat bersamaam, Kim Chi-Goon dkk bermain imbang 1-1 dengan Shandong di stadion Seoul. Mereka mengemas 7 poin. Sementara, Seoul 4 poin.

“Kesempatan sudah tertutup. Itulah akhir perjuangan kami di LCA. Saya harap, ada hikmahnya untuk Sriwijaya ke depan nanti,” lanjut pelatih 42 tahun.

Gamba benar-benar pesta di Jakabaring. Striker Leandro Montera da Silva, mengawali pesta tersebut di menit ke-28. Bahkan, Gamba makin menunjukkan kelasnya setelah terjadi gol kedua via Hasato Sasaki di injury time babak pertama (45+1). Aksi tendangan first time Cho Jae-Jin menit ke-75, memperlengkap pesta para Samurai dari Negeri Matahari Terbit.

Sriwijaya minim peluang. Serangan yang mereka bangun, mudah dipatahkan juara LCA dan peringkat III FIFA World Club 2008 lalu. Namun, Laskar Wong Kito nyaris membuat gol.

Di antaranya aksi solo run Ngon a Djam menit ke-17. Sayang, tendangan datarnya dipatahkan kiper Gamba, Naoki Matsuyo. Menit ke-56. Zah Rahan melakukan tendangan spekulatif. Tapi, melenceng tipis di atas mistar gawang Naoki.

Terbaik dilakukan Christian Worabay menit ke-77. Dia tinggal berhadapan dengan Naoki. Namun, dewi fortuna tidak berpihak. Tendangan Worabay, justru melenceng.

“Kami menggunakan skema 3-5-2 di laga ini. Sangat tidak lumrah seperti yang saya terapkan selama ini. Namun, meski kami akhirnya kalah, tapi saya tidak ragu untuk menggunakannya di kompetisi domestik (Liga dan Copa, red),” pungkasnya.

Sementara, Gamba makin opmismistis. Tim berdiri sejak 1980 merasa yakin bisa mempertahankan gelar yang sama. Lolos fase 16 besar menurut Akira adalah awal perjuangan tersebut.

“Terlalu dini untuk merasa puas. Setidaknya ada 16 laga yang mesti kami jalani kalau berpikir mau jadi juara. Sekarang, kami menikmati hasil yang kami raih lebih dulu,” terang Akira.

Skor 3-0 memang sedikit melenceng dari target awal. Laga lawan Sriwijaya ini, Yasuhito Endo dkk justru bertekad membuat skor yang sama saat di Osaka, 5-0. Namun, mereka maklum bahwa Sriwijaya bermain home dan didukung ribuan suporter. “Skor berapapun tidak jadi soal. Yang penting hasil pertandingan ini kami bisa menang,” pungkas pelatih terbaik versi AFC edisi 2008 lalu.