Jumat, 05 Juni 2009

Final Copa Indonesia, Akhir Juni

Meski babak 8 besar Copa Dji Sam Soe belum berakhir, namun Badan Liga Indonesia (BLI) ternyata sudah melirik tempat digelarnya babak final copa yakni di Stadion Jakabaring Palembang, Markas Sriwijaya FC, 28 Juni nanti.

“Kami rencanakan final di Jakabaring, keputusan ini diambil dengan melihat kondisi objektif stadion, apalagi berdasarkan pengalaman, daerah Palembang merupakan daerah yang memiliki pelanggaran sepak bola terkecil,” ujar Joko Driyono, Direktur Kompetisi, kepada wartawan, kemarin.

Alasan lain yang membuat BLI juga menetapkan Jakabaring sebagai final copa, Kata Joko ini karena daerah Jawa yang selama ini dinilai sebagai tempat netral pelaksanaan sebuah turnamen sepak bola nasional, ternyata sampai saat ini, Polda daerah masing-masing belum terlalu menjamin keamanan, apalagi kampaye Pemilu presiden kian mendekat.

“Memang ini sedikit semena-mena, namun keputusan ini kami ambil dari berbagai masukan dan pertimbangan, terutama aspek bisnis dari pihak sponsor, selain itu atas dasar petimbangan keamanan,”paparnya.

Diungkapkan, jika Persipura melaju ke final copa dan bermain di Jakabaring, maka ini menjadi sebuah sejarah, dimana Persipura bisa menjuarai sebuah turnamen bergengsi di daerah lain.

Saat ditanya mengenai kapan digelarnya kompetisi Super Liga 2009/2010, dijelaskan, sesuai rencana BLI, kompetisi terelit di Tanah Air ini akan digelar Oktober mendatang.“Untuk Super Liga akan digelar Oktober, pertimbangan kami adalah memberikan waktu bagi pemain untuk istirahat, pasalnya pemain sudah tampil dengan kompetisi yang sangat padat,”tuturnya.

Sriwijaya FC Hajar Persibo Bojonegoro

PALEMBANG, 28 Mei 2009 – Juara bertahan Sriwijaya FC Palembang tampil maksimal saat menghabisi tim ‘pembunuh raksasa’ Persibo Bojonegoro. Bertarung pada leg pertama babak 8 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Kamis (28/5), Sriwijaya FC menang telak 5-0 (2-0). Hebatnya, kemenangan besar itu diraih saat Laskar Wong Kito tampil tanpa empat pemain pilar Ngon A Djam, Budi Sudarsono, Ambrizal, dan Tony Sucipto.

Bertarung di hadapan sekitar 10 ribu pendukungnya, Sriwijaya FC benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai salah satu tim elit di Indonesia. Duet Keith Kayamba Gumbs dan Anoure Obiora bak ‘hantu’ di daerah pertahanan Persibo. Di samping itu, mobilitas tinggi yang ditampilkan playmaker Zah Rahan menjadi kunci sukses tim besutan Rahmad Darmawan ini.

Sejak wasit Jandri meniupkan peluit kick-off, tuan rumah langsung menghadirkan serangan bergelombang ke jantung pertahanan Persibo yang tampil tanpa dua pemain pilarnya Morrys Power dan Sumardi karena cedera. Persibo sesungguhnya mampu memberi perlawanan selama 20 menit babak pertama.

Namun, mereka mulai kehilangan kepercayaan diri setelah kebobolan. Sriwijaya FC sendiri berhasil mengatasi kebuntuan saat Obiora memanfaatkan sodoran Zah Rahan menit 20. Gol itu mengawali pesta kemenangan Sriwijaya FC.

Unggul 1-0, tidak membuat SFC semakin kencang menekan pertahanan Persibo. Melalui sebuah serangan balik cepat, Obiora kembali menjebol gawang Persibo yang dikawal Heri Prasetyo menit 28.

Setelah gol kedua itu, SFC mulai mengurangi tekanannya. Kondisi itu dimanfaatkan para pemain Persibo dengan terus bermain terbuka dengan mengandalkan kecepatan Samsul Arif dan Varney Pas Boakay. Sebuah peluang yang didapat Boakay gagal menjadi gol setelah bola dihalau Charis Julianto.

Di babak kedua, SFC melakukan perubahan strategi dengan menarik gelandang bertahan Mauly Lessy dan bek sayap kiri Isnan Ali dengan memasukkan Wijay dan Alamsyah. Perubahan ini membuat SFC kembali bergairah sehingga tiga gol lagi tercipta melalui Charis Julianto (68), Zah Rahan (76) dan Keith Kayamba Gumbs (79). Persibo sempat mencetak gol melalui Syamsul Arif (58), tetapi sayang gol itu dianulir wasit karena ia dalam posisi offside.

Rahmad tampak puas dengan kemenangan telak yang diraih timnya. “Jujur saya akui Persibo bukan tim gurem. Mereka memiliki beberapa pemain yang berbahaya. Itulah yang membuat kami bermain menekan sejak awal sampai akhir agar permainan mereka tidak berkembang. Saya akui strategi itu sempat membuat kami kehabisan tenaga di akhir babak kedua, sehingga saya harus memasukkan dua pemain baru di babak kedua,” papar Rahmad.

Rahmad juga tidak segan memuji penampilan Persibo yang tidak takut bermain terbuka saat tampil di Jakabaring. Menurutnya, tim-tim lawan selalu memilih bertahan saat bertandang ke Palembang.

“Pertandingan menjadi menarik karena kedua tim sama-sama bermain terbuka dan kami bisa mencetak banyak gol,” lanjut Rahmad.

Kendati secara teori sulit menghentikan langkah SFC ke semifinal, Rahmad memilih tetap waspada. Menurutnya, SFC akan tetap fokus menyiapkan diri untuk menghadapi leg kedua di kandang Persibo.

Pelatih Persibo Sartono Anwar mengakui, para pemain SFC lebih pintar sehingga mampu memberondong gawang timnya lima gol tanpa balas. Secara umum ia menilai timnya bermain tidak terlalu jelek karena mampu berkembang saat menyerang, meski tidak berkembang saat bertahan.

“Apa pun saya tetap bangga dengan perjuangan para pemain. Mereka telah memberikan yang terbaik. Tetapi harus kami akui, Sriwijaya FC memang tim kuat dengan materi pemain yang merata,” tandasnya.

Jadwal Persibo vs SFC Diundur


Laga kedua babak 16 besar Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) yang mempertemukan Persibo Bojonegoro menjamu Sriwijaya FC, mengalami perubahan jadwal.
Semula laga tersebut akan digelar di Stadion Letjen Soedirman, Bojonegoro, pada 15 Juni, namun diundur sehari menjadi 16 Juni. Persibo sendiri telah mengalami kekalahan telak 5-0 saat leg pertama di Palembang, 28 Mei lalu.

"Kami nggak ada masalah dan siap," ujar Ketua Panpel Persibo, Kapten Inf Hendy K, yang sudah menerima surat pemberitahuan yang ditandatangani Ketua BLI, Andi Darusallam Tabusalla.

Sementara itu pelatih Persibo, Sartono Anwar, juga mengaku tak masalah dengan pengunduran jadwal ini. Kini ia tengah membenahi mental pemainnya usai kekalahan telak tersebut.

"Kami akan melakukan apa yang bisa dilakukan di waktu tersisa ini," tegas ayah dari pemain Persib Bandung, Nova Arianto itu.

Juara Copa Bakal ke LCA

LIGA Champion Asia (LCA) 2009, sangat menyakitkan bagi Sriwijaya FC. Sebab, tim berjuluk Laskar Wong Kito hanya sebatas tim penggembira (babak 32 besar). Namun, kesempatan untuk tampil lagi pada LCA 2010 tetap terbuka.

Sebab, runner up Djarum Indonesia Super League (DISL) 2009/09, belum tentu dipastikan tampil di LCA 2010. Menurut direktur Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono, kepastian satu wakil Indonesia (selain Persipura yang sudah pasti ke LCA), akan ditentukan pada rapat komite eksekutif PSSI, Agustus mendatang.

Praktis, belum tentu Persib Bandung dan Persiwa Wamena yang berpeluang besar finish sebagai runner up DISL, langsung tampil di LCA 2010. Justru, yang akan diprioritaskan adalah juara Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) IV.

“Ada tren di negara kontestan LCA, bahwa satu wakil mereka adalah juara Copa. Atau semacam piala negara. Jadi, juara Copa nanti, akan menjadi pertimbangan kami,” terang Joko Driyono, kemarin (29/5).

Itu artinya Sriwijaya sudah di jalur benar untuk ke LCA 2010. Menurut coach Rahmad Darmawan, Copa adalah kesempatannya untuk menebus “sakit hati” karena gagal ke 16 besar.

“Saya juga sudah dapat infonya tengang juara Copa bakal ke LCA. Tapi, yang kami perdulikan sekarang ini adalah mempertahankan gelar juara Copa. Soal ke LCA, saya pikir bakal ada penghargaan tersendiri,” tukas Rahmad.

Tim juara sejenis Copa, memang ada yang tampil di LCA. Pada LCA 2009, ada satu wakil Iran di luar Liga utama (Persian Gulf Cup). Yaitu Esteghlal sebagai juara Hazfi cup (sejenis Copa).

Pun demikian wakil Uni Emirat Arab (UEA). Selain liga (UEA), ada satu wakil lain yaitu Al Ahli Dubai, sebagai juara piala Presiden (sejenis Copa). Qatar juga ada. Yaitu Umm Salal, yang merupakan juara Emir of Qatar.

Jepang menempatkan satu wakilnya diluar tiga teratas Liga Jepang. Yaitu Gamba Osaka yang merupakan juara Emperor cup. Sedangkan Korea, diluar 3 wakil teratas K-League, ada juara Korean FA Cup, yaitu Pohang Steelers.

Bahkan, musim 2007 ada Arema Malang. Tampil di LCA karena statusnya sebagai juara Copa Dji Sam Soe Indonesia III edisi 2006. Satu wakil lagi yaotu Persik Kediri. Statusnya sebagai juara Liga Djarum Indonesia (LDI) XII edisi 2005/06.

“Semua tergantung teman-teman PSSI. Yang pasti, kami terus berupaya agar kampiun Copa Dji Sam Soe bisa tampil di LCA atau AFC cup jika memang tidak lolos babak play of,” pungkas Media Relations Sampoerna Indonesia (sponsor Copa Dji Sam Soe Indonesia), Bambang Tri Prasojo.

Juara Copa yang pernah tampil di LCA

2008: Chunman Dragon, Korsel (Korean FA cup), Nam Dinh FC, Vietnam (Vietnamese Cup), Sepahan, Iran (Hazfi cup), Al Qadisiya, Kuwait (Emir Cup), Al-Sadd, Qatar (Emir of Qatar cup), Al Ahli Jeddah, Saudi Arabia (Crown Prince Cup), Al-Karamah, Siria (Syrian cup).

2007 : Shandong Luneng, China (Chinese FA cup), Arema Malang, Indonesia (Juara Copa Dji Sam Soe Indonesia II), Chunnam Dragons, Korsel (Korean FA cup), FC Pakhtakor, Uzbekistan (Izbekistani Cup).

Sriwijaya FC Incar Greg Nwokolo


Manajemen Sriwijaya FC (SFC) melalui Tim Lima terus bergerilya mencari pemain. Kali ini manajemen SFC ini menyatakan tertarik dengan striker Persija Jakarta, Greg Nwokolo.

Keinginan Laskar Wong Kito, julukan SFC, untuk membawa pemain yang lahir pada 1 Maret 1986 tersebut diungkapkan langsung Ketua Tim Lima Hendri Zainuddin. ’’Greg memang termasuk pemain yang kami inginkan dan kami sendiri sudah melakukan hubungan langsung dengan agen Greg (Edi Syahputra) kemarin,” ungkapnya.

Hanya, hasrat manajemen SFC untuk mengangkut pemain yang pernah merumput di PSIS Semarang, PSMS Medan, dan Persis Solo ini bukan hal yang mudah. Sebab, Pelatih Persija Danurwindo dikabarkan tetap mencantumkan nama Greg dalam skuadnya musim depan.

’’Semua masih bisa terjadi, tapi untuk Greg sendiri mungkin kami akan terus mencoba,” tambah Hendri. Apalagi, kemungkinan Badan Liga Indonesia (BLI) akan memastikan regulasi untuk pemain asing berjumlah tiga orang plus dua (Asia). Jadi, kubu SFC benar-benar selektif dalam mencari pemain asing. Selain itu, mereka tidak ingin terjebak dengan harga selangit yang ditawarkan agen-agen pemain.’’

Pasaran harga pemain asing itu kan berkisar dari Rp900 juta hingga Rp1,2 miliar. Namun, kami tidak ingin terburu-buru dalam membuat kesepakatan dengan pemain (asing) tersebut,” ucap Hendri. Sementara itu, anggota Tim Lima MC Baryadi menyatakan untuk masalah banderol pemain yang mungkin dinaikkan sang agen, maka pihaknya enggan dikelabui agen dengan langsung menyatakan deal.

’’Tidak banyak klub yang ada di Tanah Air ini kondisi keuangannya yang stabil. Jadi, kami masih menunggu dan tidak mau terjebak begitu saja dengan harga yang ditawarkan agen. Bisa jadi satu atau dua pekan mereka akan menurunkan harga pemain tersebut,” ujarnya.

Kemampuan Greg di lini depan rencananya akan ditandemkan dengan Keith Jerome ’Kayamba’ Gumbs. Sebab, Greg dan Kayamba sama-sama pemain pekerja keras dan bukan saja haus gol, melainkan juga kerja dua pemain ini dapat menciptakan peluang kepada pemain lain untuk membuat gol.

Namun masalahnya, saat ini Kayamba juga belum memutuskan masa depannya, apakah masih tetap bersama SFC atau tidak. Nah, dengan fokusnya Tim Lima memburu Greg Nwokolo, beberapa nama legiun asing yang telah melamar ke SFC pekan lalu, seperti dua Striker asal Singapura, Agu Casmir dan Precious Emuyeraje, playmaker asal Brasil Cristian Ricardo da Costa, winger asal Santa Fe Argentina, Rodrigo Martin Cariaga, juga gelandang naturalisasi asal Portugal, Ernesto ’Kito’ Ferreira, masih be lum terlalu dipikirkan pihak SFC.

Alasannya, harga yang ditawarkan agen mereka di atas Rp1 miliar, seperti dua pemain asal Singapura, Agu Casmir dan Precious Emuyeraje, yang berada di bawah agen Mutiara Hitam. Manajemen Mutiara Hitam mematok Agu Casmir dengan harga Rp1,5 miliar dan untuk Precious Emuyeraje dipatok Rp1,3 miliar, ditambah fasilitas rumah dan mobil untuk keduanya.

Minggu, 26 April 2009

Sriwijaya Kembali Tertahan !!!!

Setelah dikalahkan Persib Bandung, Sriwijaya FC kembali gagal memetik kemenangan setelah ditahan imbang 1-1 oleh tamunya Persiba Balikpapan pada lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Gelora Jakabaring, Sabtu (25/4).

Dengan hasil itu, Sriwijaya tertahan di posisi tiga klasemen sementara LSI dengan mengemas nilai 49. Sedangkan Persiba berada di urutan 12 dengan torehan 34 angka.

Kegagalan Sriwijaya mendulang poin penuh tidak lepas dari kelelahan yang melanda pasukan Rahmad Darmawan itu karena pertengahan pekan ini mereka berlaga di Liga Champions Asia.

Bermain di kandang sendiri, Sriwijaya justru lebih banyak tertekan di awal laga oleh Persiba yang bertumpu pada duet penyerang Tolahu Abdul Musafri dan Gaston Castano.

Gaston dan Musafri tercatat memiliki beberapa peluang emas untuk menjebol gawang Sriwijaya yang dikawal kiper keduanya Dede Sulaiman, namun karena terburu-buru peluang tersebut terbuang percuma.

Justru pada menit ke-12, Sriwijaya yang mampu membuka keunggulannya melalui tandukan mesin golnya Ngon A. Jam yang memenangi duel dengan kiper I Made Wirawan.

Sayangnya keunggulan ini tidak dapat dipertahankan dengan baik karena ketika laga berjalan setengah jam Persiba mampu menyamakannya berkat tandukan Gaston yang meneruskan umpan silang Sultan Samma.

Lima menit kemudian, Sriwijaya nyaris kembali unggul ketika umpan Isnan Ali diterima Keith Kayamba Gumbs di dalam kotak penalti, sayang tendangannya masih dapat dipatahkan Wirawan.

Sesaat sebelum turun minum, Persiba seharusnya mampu berbalik unggul andai tendangan voli Musafri di mulut gawang Dede tidak melambung jauh.

Di babak kedua, Sriwijaya meningkatkan tempo permainan dan memaksa Persiba lebih banyak bertahan di daerah permainannya sendiri.

Pada menit ke-66, Sriwijaya hampir saja kembali memimpin ketika aksi Anoure Obiorra yang diteruskan dengan tendangan keras cuma mengenai tiang gawang.

Sriwijaya kembali mendapat peluang emas di masa injury time babak kedua ketika umpan Kayamba disambar Ngon A. Jam dengan sundulan, namun bola masih dapat diamankan Wirawan.

Persiba juga hampir saja mencuri kemenangan di masa injury time babak kedua andai saja sontekan Sultan dari jarak dekat tidak melambung jauh

Sabtu, 25 April 2009

Charis Jaga Ketat Gaston Castano !!


PERSIBA
Balikpapan punya banyak pemain berbahaya. Tapi, yang paling hot musim ini adalah Gaston Castano. Menurut coach Sriwijaya FC Rahmad Darmawan, Castano punya kemampuan duel bola-bola atas.

Bahkan, beberapa media terkemuka di Tanah Air melansir bahwa Gaston mampu menyelesaikan peluang 2:1. Artinya dalam dua kali peluang, satu menjadi gol. Boleh jadi ini berlebihan, tetapi pelatih 42 tahun punya pandangan lain. “Dia (Gaston, red) pemain berbahaya. Pemain yang terdekat, harus menjaganya. Jangan sampai lengah sedikit pun,” ungkap Rahmad, kemarin (23/4).

Memang, pria Argentina masih kalah subur dari penyerang lokal Talaohu Abdul Musafri. Dia hanya mengemas 7 gol. Sementara, Musafri 11. Namun, postur 182 cm/75 kg, memberi kelebihan tersendiri bagi kekasih artis cantik Julia Perez. “Dribling-nya juga bagus. Tapi, sebenarnya bukan Gaston saja. Pemain Persiba lain juga mesti kami waspadai,” timpal asisten pelatih Setyo Cipto.

Sebenarnya, Sriwijaya tiga kali bersua dengan Gaston. Terbaru, saat Gaston membela PSIS Semarang di putaran I Djarum Indonesia Super League (DISL). Tepatnya di Stadion Jati Diri, Semarang, 6 Oktober 2008. Saat itu, Sriwijaya kalah 1-2.

Dua lainnya terjadi pada 2007 lalu, saat Gaston membela PSS Sleman. Masing-masing putaran I (7/3/07) dan putaran II (1/12/07). Tapi, tak sekalipun Gaston mencetak gol ke gawang Sriwijaya.
Toh begitu, dia tetap salah satu pemain berbahaya. Buktinya, dia bisa mencetak dua gol ke gawang

Deltras Sidoarjo, 1 Agustus 2008 lalu. Kemudian satu gol ke gawang Persija Jakarta (7/3). Terbaru, mencetak satu-satunya gol kemenangan atas Persik Kediri menit ke-77 via penalti (21/4). “Mesti ada pengawalan khusus,” timpal defender Mauli Lessy.

Gaston sendiri punya hasrat. Dia ingin mencetak gol ke gawang Sriwijaya. Namun, pria yang 2006 lalu membela Almagro (divisi II Argentina), sadar bahwa sulit menaklukkan lini pertahanan Sriwijaya. “Tapi, Sriwijaya bukan tim yang tidak pernah kalah. Mereka juga sering kebobolan. Saya tahu itu,” tukasnya.

Sriwijaya v Persiba: Saatnya Meledak!!


Sabtu (25/4), pukul 19.00 WIB. Live ANTV

PALEMBANG - Lawan Gamba Osaka di Liga Champion Asia (LCA), Selasa (21/4) lalu, Coach Sriwijaya FC (SFC) sibuk merotasi tim. Banyak pemain cadangan ditampilkan. Tiga di antaranya Alamsyah Nasution, Syafruddin, dan Amirul Mukminin. Meski akhirnya kalah telak 0-3.Di balik strategi itu, ternyata, pria 42 tahun itu punya misi lain. Tujuannya, tim berjuluk Laskar Wong Kito akan tampil “meledak” saat menjamu Persiba Balikpapan pada laga ke-27 Djarum Indonesia Super League (DISL) di Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), besok (25/4) pukul 19.00 WIB. Rencana disiarkan live ANTV.

“Semua pemain harus siap. Terlebih ada beberapa pemain kami yang harus absen. Bagi saya, tidak ada istilah pemain inti dan cadangan,” ungkap Coach Rahmad Darmawan, kemarin (23/4).Maklum, Persiba datang dengan kekuatan komplet. Meski Coach Persiba Daniel Roekito mengungkapkan bakal ada tiga asing yang absen, tapi bagi Rahmad itu hanya taktik belaka.

Kenyataanya, lima legiun asing Persiba dalam kondisi bugar. Mereka adalah Gaston Gastano, Mijo Dadic, Adrian Trinidad, Robby Gaspar dan Ellio Sangelo de Jesus de Jardim.

Saat tiba di Palembang, Rabu (22/4) lalu, kondisi Gaston, Mijo, dan Andrian memang terlihat sakit. Gaston sendiri berbalut perban di kaki kirinya. Mijo dan Andrian, berjalan jinjit bak menahan sakit.

Tapi, ketiganya sudah menjalani terapi. Saat diwawancarai koran ini di Hotel Duta-tempat mereka menginap, ketiganya justru segar bugar. “Dari awal saya tidak yakin kalau mereka cedera. Justru, mereka akan tampil full lawan kami,” sambung pelatih kelahiran 22 Nopember 1966.

Sriwijaya sendiri timpang lawan Persiba. Dua pemain dipastikan absen. Yaitu striker Budi Sudarsono (skorsing 3 laga), dan kiper Ferry Rotinsulu yang cedera meniscus lutut kiri.

Tapi, Rahmad tidak khawatir. Dia yakin, pemain lain bisa menggantikan peran keduanya. Menurutnya, stok striker Sriwijaya banyak. Dia bisa tampilkan Korinus Fingkrew atau Eki Nurhakim.
“Rotasi memang selalu berisiko. Tapi, kali ini kami akan melakukannya dengan sengat baik. Keduanya siap untuk jadi starter,” lanjut pria asal Metro, Lampung.

Rahmad optimistis bisa mengalahkan Persiba untuk kali kedua. Putaran I lalu (18/8/08), Laskar Wong Kito justru menang 2-1 di kandang Persiba. Dua gol diciptakan Zah Rahan menit ke-18 dan ke-78. Satu gol Persiba via Bruno Zandonadi (sekarang Persikota Tangerang) menit ke-13.

“Kami selalu optimistis. Saya harap, bisa mencetak gol lagi ke gawang Persiba,” timpal Zah Rahan.
Persiba sendiri memang bukan tim tenar. Sejak berdiri 1950 silam, tak ada satu pun trofi yang terpampang di rak prestasi mereka. Bahkan, tim berjuluk Beruang Madu ini sendiri kerap tidak kondusif.
Mereka selalu gonta-ganti pemain, bahkan pelatih. Awal kompetisi, tim berdiri 1950 ditangani Peter Butlers (Inggris). Di masa Butlers, Persiba membuang satu defender asing Tzevan Zarev.

Pemain asal Bulgaria tersebut dinilai tak ada kontribusi karena sering terbekap cedera. Bahkan, 9 Agustus lalu, mereka mengalami kekalahan terbesar saat dikalahkan Persijap Jepara 5-1. Empat pekan setelahnya, membuang duo Brasil Bruno Zandonadi dan Pepito.

Kerap terjerambab di papan bawah, Butlers dibuang. Dia digantikan Daniel Roekito, sejak 2 Oktober 2008 lalu. Di bawah asuhannya, Talaohu Abdul Musafri dkk meraup 7 dari 14 laga. Tapi, Persiba masih di posisi ke-12 (papan bawah).

Dua laga terakhir, Persiba meraup kemenangan. Masing-masing 2-1 atas Arema Malang (18/4) dan 1-0 atas Persik Kediri (21/4). “Kami akan bermain terbuka. Soalnya, kami juga harus dapat poin,” terang Daniel Roekito.

Para punggawa Persiba juga yakin. Robby Gaspar, misalnya, dia bertekad untuk fight. Rekan Keith Kayamba saat membela Sabah FC (Malaysia) 2003 lalu, paling ambisius. “Setiap tim pasti punya peluang. Dan kami akan menfaatkan peluang itu agar dapat poin di Jakabaring,” tegasnya

Jumat, 24 April 2009

Laskar Wong Kito Tebar Ancaman...


Ini kesempatan kami untuk mengejar Persipura di klasemen Super League. Untuk itu kami harus bisa menyapu bersih semua laga kandang, termasuk lawan Persiba besok, Sabtu (24/4). Kami harus bisa meraih poin penuh,” kata Rahmad Darmawan, kepada Purwantoro, Kontributor antvsports.com di Palembang.

Namun demikian, Rahmat berharap kekalahan atas Gamba Osakadi Liga Champions Asia (LCA) Selasa lalu, tak membuat mental tim asuhannya jadi melorot. “Mudah-mudahan anak-anak sudah bisa melupakan kekalahan dari Gamba, dan siap menumpahkan kemenangan pada pertandingan besok. Kami akan berusaha memberikan permainan terbaik kami, yang pasti Persiba harus hati-hati dengan kami,” tambahnya lagi.

Rahmad juga mengatakan, agar Charis Yulianto dan kawan-kawan tidak menganggap remeh Persiba, dan harus mewaspadai perubahan Persiba belakangan ini. Selain itu, mantan pelatih Persipura itu juga telah menginstruksikan para pemainnya agar mewaspadai Musyafri, striker Persiba yang dinilai berbahaya.

Tapi sayangnya, pada laga besok mereka tak akan tampil full team. Sebab dua pemainnya Amrizal dan Oktavianus sedang terbekap cedera otot. Meski begitu, ia mengaku tak terlalu khawatir sebab, posisi Amrizal ia masih memiliki Slamet Riyadi, sedangkan oktavisnus memang jarang masuk line up.

Berikut komentar kubu Sriwijaya FC jelang bertemu Persiba :
Wijay (Pemain Tengah) :
“Mudah-mudahan saya diturunkan. Tapi yang pasti kami harus bisa meraih poin penuh, apalagi kami main didepan pendukung sendiri. Kemenangan jadi wajib bagi kami di semua laga kandang,”

Keith Kayamba Gums (Pemain Depan)
“Harus menang. Tak ada cerita kami harus kalah lagi. Saya harus bisa mencetak gol, karena sudah lama sekali saya tak mencetak gol. Menurut saya, ada dua nama berbahaya di Persiba, selain Musyafri, Gaston juga pemain yang harus diwaspadai,”

Berikut Susunan Prakiraan pemain Sriwijaya :
Pola : (3-5-2)
Dede Sulaiman/Andre Toni, Charis Yulianto, Slemet Riyadi, Isnan Ali, Zah Rahan, Wijay, Nasuha,Toni Sucipto, Keith Kayamba, Ngon Djam, Budi Sudarsono. (Krisminarti)

Persiba Waspadai Zah Rahan dan Ngon Djam..



Palembang—Daniel Roekito, Pelatih Persiba Balikpapan itu sadar betul tim yang bakal dihadapi adalah tim juara Liga Djarum musim lalu. Tim yang lengkap di semua lini sekelas Sriwijaya FC. Jadi wajar kalau ia mengaku tak pasang target muluk-muluk, pada laga besok malam, Sabtu (25/4) di Stadion Jakabaring, Pelembang. Partai seru ini akan ditayangkan secara langsung oleh antv, pada pukul 18.30 WIB.

“Kami realistis saja pada pertandingan besok, dapat satu poin saja sudah bagus. Selain Sriwijaya tim kuat, kami juga tidak tampil dengan kekuatan penuh. Selain Mijo Dadik cedera engkel, Adrian yang sakit, Gaston juga tengah mengalami cedera lutut. Praktis kami tinggal menyisakan Musyafri di depan,” kata Daniel, kepada Purwantoro, Kontributor antvsports.com di Palembang.

Meski demikian, Daniel mengatakan tak terlalu risau sebab ia yakin dengan pemain yang ada saat ini, tim asuhannya bisa mengimbangi permainan Laskar Wong Kito. Sebab, selama ini ia telah mengantisipasi jika ada pemain yang cedera ataupun akumulasi kartu kuning.

“Kami akan bermain semaksimal mungkin dan saya telah menyiapkan strategi jitu untuk menghadapi Sriwijaya. Selain itu saya juga telah menginstruksikan pemain agar mewaspadai Ngon a Djam dan Zah Rahan, dua pemain ini sangat berbahaya jika dibiarkan bebas di daerah berbahaya kami,” tandas mantan pelatih PSS Sleman itu lagi.

Berikut komentar kubu Persiba jelang bertemu Sriwijaya:

Ellisanggelo Jardim (Pemain Tengah) :
“Sriwijaya tim bagus dan saya rasa kita harus waspadai Zah Rahan dan Ngon a Djam, dua pemain ini punya kemampuan luar biasa. Beruntung Sriwijaya punya dua pemain itu, kontribusinya kepada tim banyak sekali,”

Musyafri (Pemain Depan) :
“Siapa yang tak kenal Sriwijaya, tim yang solid di semua lini dan banyak dihuni pemain timnas. Tapi kami tak akan gentar kami akan bertarung habis-habisan pada laga besok. Yang penting kami harus konsentrasi, disiplin dan ada komunikasi selama pertandingan. Dan Insya Allah kami bisa meraih poin dari Palembang.

Persiba Balikpapan: Pola (3-5-2)
Made Wirawan, Slamet Sampurno, Very La ala, Muhamadan, Ellisanggelo, Achmad Taufik, Robbie Mark Gaspar, Sonny Kurniawan, Sobran, Sultan, Musyafri. (Krisminarti)

Indonesia !!!


Indonesia merupakan salah satu dari tujuh negara mega biodiversitas yang dikenal sebagai pusat konsentrasi keanekaragaman hayati dunia. Kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia sebanyak ± 6.000 spesies flora dan fauna yang dimanfaatkan sehari-hari untuk pangan, obat-obatan, kosmetik, pewarna dan lain-lain; keanekaragaman ekosistem alam sebanyak ± 47 tipe; sedangkan keanekaragaman genetik sampai saat ini belum banyak diketahui, walaupun telah digunakan untuk pemuliaan berbagai kepentingan budidaya tumbuhan dan satwa.

Keanekaragaman spesies Indonesia tercatat dalam urutan kesatu untuk mamalia (436 spesies, 51% endemik), kupu-kupu (121 spesies, 44% endemik) dan palem (477 spesies, 47% endemik); keempat untuk reptil (512 spesies, 29% endemik); kelima untuk burung (1.519 spesies, 28% endemik); keenam untuk amphibi (270 spesies, 37% endemik); dan ketujuh untuk tumbuhan berbunga (29.375 spesies, 59% endemik).

Sebagian besar kekayaan keanekaragaman hayati tersebut berada di kawasan hutan alam, terutama di dalam kawasan konservasi. Kawasan konservasi di Indonesia mencakup areal seluas 27 juta hektar terdiri dari Kawasan Suaka Alam (cagar alam dan suaka margasatwa), Kawasan Pelestarian Alam (taman nasional, taman wisata alam, dan taman hutan raya) dan taman buru.

Salah satu kawasan konservasi terbaik untuk menyaksikan keanekaragaman, keunikan, kekhasan, dan keindahan flora/fauna yang endemik, langka dan dilindungi, termasuk menyaksikan keindahan dan keajaiban fenomena alam adalah di taman nasional. Taman nasional mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam pelestarian keaneka-ragaman hayati, sehingga penunjukan dan penetapannya diupayakan sedapat mungkin mencakup perwakilan semua tipe ekosistem yang berada dalam tujuh wilayah bio-geografi pulau di Indonesia.

Taman nasional disamping memiliki daratan berupa hutan, pantai, savana, rawa, juga memiliki perairan dengan kehidupan laut, seperti karang, ikan, moluska, biota laut, mangrove, dan lain-lain), yaitu Taman Nasional Ujung Kulon, Bali Barat dan Komodo. Sedangkan taman nasional yang hampir seluruhnya berupa perairan dengan kehidupan lautnya yaitu Taman Nasional Kepulauan Seribu, Karimunjawa, Taka Bonerate, Wakatobi, Bunaken dan Teluk Cendrawasih.

SFC Minim Persiapan !!!

SFC Minim Persiapan Babak belur di pentas Liga Champions Asia (LCA) harus segera dilupakan Sriwijaya FC (SFC). Rintangan baru Charis Yulianto dkk menghadapi Persiba Balikpapan, Sabtu (25/4), sudah ada di depan mata

Tidak ada waktu bagi pemain Sriwijaya FC (SFC) untuk merebahkan badan. Seusai digulung Gamba Osaka dengan skor telak 5-0, pasukan Laskar Wong Kito ––julukan SFC–– hanya memiliki waktu tiga hari untuk melakukan persiapan. Namun, minimnya persiapan itu sama sekali tidak dikeluhkan pemain.

Pelatih SFC Rahmad Darmawan menjelaskan, tiga hari itu memang cukup pendek. Tapi, apa pun kondisinya, dia tetap akan mempersiapkan timnya dengan baik. ”Saya bukan sedang memikirkan persiapan, tapi kami ingin mencari kemenangan di kandang. Dengan kemenanganlah kami akan selalu berada di papan atas,” ujarnya kepada Harian Seputar Indonesia kemarin.

Pelatih yang akrab disapa RD ini mengatakan seluruh pemainnya sudah cukup dewasa untuk memilah-milah pertandingan apa yang akan mereka mainkan. Begitu juga saat melawan Persiba. ”Kekalahan di Champions sama sekali tidak berpengaruh negatif bagi tim. Terbukti, kami bisa main baik di Bandung dan lolos ke babak 8 besar Piala Indonesia. Padahal, waktu kami habis di jalan,” sambungnya.

Mantan Pelatih Persija ini sepertinya masih belum mau mengatakan bahwa SFC tidak memiliki peluang lagi untuk mengejar poin Persipura yang terpaut jauh. Tapi, kalaupun SFC tidak mampu mengejar Persipura, setidaknya mereka akan berusaha berada di papan atas.

”Bukan saja SFC, tapi beberapa tim seperti Persija, Persiwa, atau Persib masih memiliki peluang meski tipis. Namun, kami tidak mau menyerah. Paling tidak,SFC ada di papan atas,” tandasnya. Terlepas dari hasrat RD melewati musim kedua bersama SFC dengan hasil tidak mengecewakan, dia tetap memberikan apresiasi positif kepada lawan yang akan bertamu di kandang SFC, termasuk Persiba.

Memang pada putaran pertama lalu, Zah Rahan dkk dapat mencuri poin tiga setelah menang 2-1 di kandang Beruang Madu –– julukan Persiba. ”Dulu sudah tidak jadi patokan lagi. Sekarang bagaimana cara kami untuk menang kalau tidak dengan bermain penuh konsentrasi tanpa terpengaruh permainan lawan,” tuturnya.

Pemain Persiba yang menjadi sorotan RD adalah Gaston Castano, Robby Gaspar, dan Adrian Trinidad. Khusus Trinidad, RD sangat paham betul dengan gaya permainan individunya yang cepat dan bagus. Karena, Trinidad sempat diasuh RD ketika sama-sama berada di Persipura musim 2005.

Keinginan RD memberikan kemenangan kepada publik sepak bola Palembang Sabtu malam nanti sepertinya sangat besar. Manajemen SFC pun mendukungnya dengan menambah motivasi skuad setelah mentransfer semua gaji pemain dan pelatih, kemarin.

Sriwijaya Fc !!!

Sriwijaya Fc..
Nama lengkap
: Sriwijaya Football Club Palembang
Julukan : Laskar Wong Kito
Didirikan : 1976
Alamat Stadion : Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
Ketua Umum : Ridwan Mukti
Sekretaris : Bambang Supeno
Bendahara :
Manajer : H. MC. Barryadi, SE, MM
Pelatih : Drs. Rachmad Darmawan
Asisten Pelatih
: Setyo Cipto, Satya Bagia, Indrayadi
Dokter Tim : Kompol dr. Yanuar, S.pB, dr. Erwin


Sejarah Singkat..
Sriwijaya Football Club (disingkat Sriwijaya FC) adalah sebuah klub sepak bola
yang bermarkas di Palembang.
Tim berjuluk Laskar Sriwijaya ini merupakan tim yang dimiliki oleh
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan setelah terjadi penjualan opsi kepemilikan
dari Persijatim Jakarta Timur.
Tim berkostum merah kuning bermotif songket ini memiliki 2 kelompok suporter
[ Sriwijaya Mania Sumsel (SMS), Singa Mania ] yang kemudian digabung menjadi Sumselmania.


Tahun Kejuaraan & Prestasi..
2005: Peringkat 9, Wilayah Barat Liga Indonesia
2006: Peringkat 6, Wilayah Barat Liga Indonesia
2007: Juara Umum Liga Djarum Indonesia
2007: Juara Copa Dji Sam Soe

Formasi / Squard
No. Posisi Kebangsaan Nama
19 DF Indonesia Ambrizal
4 DF Indonesia Charis Yulianto
2 DF Indonesia Imam Suprapto
15 DF Indonesia Mauli Lessy
25 DF Indonesia Isnan Ali
24 DF Indonesia Marthen Christian Warobay
22 DF Indonesia Slamet Riyadi
3 DF Indonesia Syafrudin
13 DF Kamerun Tsimi Jaqcues
5 FW Indonesia Budi Sudarsono
9 FW Kamerun Anoure Obiora Richad
27 FW Indonesia Eki Nurhakim
17 FW St.Kitts-Nevis Keith Jerome Gumbs
11 FW Indonesia Korinus F. Fingkreuw
8 FW Kamerun Ngon Djam Claude Perfait
32 GK Indonesia Afriyanto
23 GK Indonesia Dede Sulaiman
12 GK Indonesia Ferry Rotinsulu
14 MF Indonesia Amirul Mukminin
16 MF Indonesia Benben Barlian
7 MF Indonesia M. Nasuha
18 MF Indonesia Octavianus
34 MF Indonesia Riswandi
28 MF Indonesia Sulaiman Alamsyah Nasution
6 MF Indonesia Tony Sucipto
29 MF Indonesia Wijay
10 MF Liberia Zah Rahan Krangar
Keterangan:
GK : Goal Keeper (Penjaga Gawang)
DF : Defender (Pemain Bertahan)
MF : Mid Fielder
FW : Striker


Tahu& Pres