Jumat, 05 Juni 2009

Final Copa Indonesia, Akhir Juni

Meski babak 8 besar Copa Dji Sam Soe belum berakhir, namun Badan Liga Indonesia (BLI) ternyata sudah melirik tempat digelarnya babak final copa yakni di Stadion Jakabaring Palembang, Markas Sriwijaya FC, 28 Juni nanti.

“Kami rencanakan final di Jakabaring, keputusan ini diambil dengan melihat kondisi objektif stadion, apalagi berdasarkan pengalaman, daerah Palembang merupakan daerah yang memiliki pelanggaran sepak bola terkecil,” ujar Joko Driyono, Direktur Kompetisi, kepada wartawan, kemarin.

Alasan lain yang membuat BLI juga menetapkan Jakabaring sebagai final copa, Kata Joko ini karena daerah Jawa yang selama ini dinilai sebagai tempat netral pelaksanaan sebuah turnamen sepak bola nasional, ternyata sampai saat ini, Polda daerah masing-masing belum terlalu menjamin keamanan, apalagi kampaye Pemilu presiden kian mendekat.

“Memang ini sedikit semena-mena, namun keputusan ini kami ambil dari berbagai masukan dan pertimbangan, terutama aspek bisnis dari pihak sponsor, selain itu atas dasar petimbangan keamanan,”paparnya.

Diungkapkan, jika Persipura melaju ke final copa dan bermain di Jakabaring, maka ini menjadi sebuah sejarah, dimana Persipura bisa menjuarai sebuah turnamen bergengsi di daerah lain.

Saat ditanya mengenai kapan digelarnya kompetisi Super Liga 2009/2010, dijelaskan, sesuai rencana BLI, kompetisi terelit di Tanah Air ini akan digelar Oktober mendatang.“Untuk Super Liga akan digelar Oktober, pertimbangan kami adalah memberikan waktu bagi pemain untuk istirahat, pasalnya pemain sudah tampil dengan kompetisi yang sangat padat,”tuturnya.

Sriwijaya FC Hajar Persibo Bojonegoro

PALEMBANG, 28 Mei 2009 – Juara bertahan Sriwijaya FC Palembang tampil maksimal saat menghabisi tim ‘pembunuh raksasa’ Persibo Bojonegoro. Bertarung pada leg pertama babak 8 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Kamis (28/5), Sriwijaya FC menang telak 5-0 (2-0). Hebatnya, kemenangan besar itu diraih saat Laskar Wong Kito tampil tanpa empat pemain pilar Ngon A Djam, Budi Sudarsono, Ambrizal, dan Tony Sucipto.

Bertarung di hadapan sekitar 10 ribu pendukungnya, Sriwijaya FC benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai salah satu tim elit di Indonesia. Duet Keith Kayamba Gumbs dan Anoure Obiora bak ‘hantu’ di daerah pertahanan Persibo. Di samping itu, mobilitas tinggi yang ditampilkan playmaker Zah Rahan menjadi kunci sukses tim besutan Rahmad Darmawan ini.

Sejak wasit Jandri meniupkan peluit kick-off, tuan rumah langsung menghadirkan serangan bergelombang ke jantung pertahanan Persibo yang tampil tanpa dua pemain pilarnya Morrys Power dan Sumardi karena cedera. Persibo sesungguhnya mampu memberi perlawanan selama 20 menit babak pertama.

Namun, mereka mulai kehilangan kepercayaan diri setelah kebobolan. Sriwijaya FC sendiri berhasil mengatasi kebuntuan saat Obiora memanfaatkan sodoran Zah Rahan menit 20. Gol itu mengawali pesta kemenangan Sriwijaya FC.

Unggul 1-0, tidak membuat SFC semakin kencang menekan pertahanan Persibo. Melalui sebuah serangan balik cepat, Obiora kembali menjebol gawang Persibo yang dikawal Heri Prasetyo menit 28.

Setelah gol kedua itu, SFC mulai mengurangi tekanannya. Kondisi itu dimanfaatkan para pemain Persibo dengan terus bermain terbuka dengan mengandalkan kecepatan Samsul Arif dan Varney Pas Boakay. Sebuah peluang yang didapat Boakay gagal menjadi gol setelah bola dihalau Charis Julianto.

Di babak kedua, SFC melakukan perubahan strategi dengan menarik gelandang bertahan Mauly Lessy dan bek sayap kiri Isnan Ali dengan memasukkan Wijay dan Alamsyah. Perubahan ini membuat SFC kembali bergairah sehingga tiga gol lagi tercipta melalui Charis Julianto (68), Zah Rahan (76) dan Keith Kayamba Gumbs (79). Persibo sempat mencetak gol melalui Syamsul Arif (58), tetapi sayang gol itu dianulir wasit karena ia dalam posisi offside.

Rahmad tampak puas dengan kemenangan telak yang diraih timnya. “Jujur saya akui Persibo bukan tim gurem. Mereka memiliki beberapa pemain yang berbahaya. Itulah yang membuat kami bermain menekan sejak awal sampai akhir agar permainan mereka tidak berkembang. Saya akui strategi itu sempat membuat kami kehabisan tenaga di akhir babak kedua, sehingga saya harus memasukkan dua pemain baru di babak kedua,” papar Rahmad.

Rahmad juga tidak segan memuji penampilan Persibo yang tidak takut bermain terbuka saat tampil di Jakabaring. Menurutnya, tim-tim lawan selalu memilih bertahan saat bertandang ke Palembang.

“Pertandingan menjadi menarik karena kedua tim sama-sama bermain terbuka dan kami bisa mencetak banyak gol,” lanjut Rahmad.

Kendati secara teori sulit menghentikan langkah SFC ke semifinal, Rahmad memilih tetap waspada. Menurutnya, SFC akan tetap fokus menyiapkan diri untuk menghadapi leg kedua di kandang Persibo.

Pelatih Persibo Sartono Anwar mengakui, para pemain SFC lebih pintar sehingga mampu memberondong gawang timnya lima gol tanpa balas. Secara umum ia menilai timnya bermain tidak terlalu jelek karena mampu berkembang saat menyerang, meski tidak berkembang saat bertahan.

“Apa pun saya tetap bangga dengan perjuangan para pemain. Mereka telah memberikan yang terbaik. Tetapi harus kami akui, Sriwijaya FC memang tim kuat dengan materi pemain yang merata,” tandasnya.

Jadwal Persibo vs SFC Diundur


Laga kedua babak 16 besar Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) yang mempertemukan Persibo Bojonegoro menjamu Sriwijaya FC, mengalami perubahan jadwal.
Semula laga tersebut akan digelar di Stadion Letjen Soedirman, Bojonegoro, pada 15 Juni, namun diundur sehari menjadi 16 Juni. Persibo sendiri telah mengalami kekalahan telak 5-0 saat leg pertama di Palembang, 28 Mei lalu.

"Kami nggak ada masalah dan siap," ujar Ketua Panpel Persibo, Kapten Inf Hendy K, yang sudah menerima surat pemberitahuan yang ditandatangani Ketua BLI, Andi Darusallam Tabusalla.

Sementara itu pelatih Persibo, Sartono Anwar, juga mengaku tak masalah dengan pengunduran jadwal ini. Kini ia tengah membenahi mental pemainnya usai kekalahan telak tersebut.

"Kami akan melakukan apa yang bisa dilakukan di waktu tersisa ini," tegas ayah dari pemain Persib Bandung, Nova Arianto itu.

Juara Copa Bakal ke LCA

LIGA Champion Asia (LCA) 2009, sangat menyakitkan bagi Sriwijaya FC. Sebab, tim berjuluk Laskar Wong Kito hanya sebatas tim penggembira (babak 32 besar). Namun, kesempatan untuk tampil lagi pada LCA 2010 tetap terbuka.

Sebab, runner up Djarum Indonesia Super League (DISL) 2009/09, belum tentu dipastikan tampil di LCA 2010. Menurut direktur Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono, kepastian satu wakil Indonesia (selain Persipura yang sudah pasti ke LCA), akan ditentukan pada rapat komite eksekutif PSSI, Agustus mendatang.

Praktis, belum tentu Persib Bandung dan Persiwa Wamena yang berpeluang besar finish sebagai runner up DISL, langsung tampil di LCA 2010. Justru, yang akan diprioritaskan adalah juara Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) IV.

“Ada tren di negara kontestan LCA, bahwa satu wakil mereka adalah juara Copa. Atau semacam piala negara. Jadi, juara Copa nanti, akan menjadi pertimbangan kami,” terang Joko Driyono, kemarin (29/5).

Itu artinya Sriwijaya sudah di jalur benar untuk ke LCA 2010. Menurut coach Rahmad Darmawan, Copa adalah kesempatannya untuk menebus “sakit hati” karena gagal ke 16 besar.

“Saya juga sudah dapat infonya tengang juara Copa bakal ke LCA. Tapi, yang kami perdulikan sekarang ini adalah mempertahankan gelar juara Copa. Soal ke LCA, saya pikir bakal ada penghargaan tersendiri,” tukas Rahmad.

Tim juara sejenis Copa, memang ada yang tampil di LCA. Pada LCA 2009, ada satu wakil Iran di luar Liga utama (Persian Gulf Cup). Yaitu Esteghlal sebagai juara Hazfi cup (sejenis Copa).

Pun demikian wakil Uni Emirat Arab (UEA). Selain liga (UEA), ada satu wakil lain yaitu Al Ahli Dubai, sebagai juara piala Presiden (sejenis Copa). Qatar juga ada. Yaitu Umm Salal, yang merupakan juara Emir of Qatar.

Jepang menempatkan satu wakilnya diluar tiga teratas Liga Jepang. Yaitu Gamba Osaka yang merupakan juara Emperor cup. Sedangkan Korea, diluar 3 wakil teratas K-League, ada juara Korean FA Cup, yaitu Pohang Steelers.

Bahkan, musim 2007 ada Arema Malang. Tampil di LCA karena statusnya sebagai juara Copa Dji Sam Soe Indonesia III edisi 2006. Satu wakil lagi yaotu Persik Kediri. Statusnya sebagai juara Liga Djarum Indonesia (LDI) XII edisi 2005/06.

“Semua tergantung teman-teman PSSI. Yang pasti, kami terus berupaya agar kampiun Copa Dji Sam Soe bisa tampil di LCA atau AFC cup jika memang tidak lolos babak play of,” pungkas Media Relations Sampoerna Indonesia (sponsor Copa Dji Sam Soe Indonesia), Bambang Tri Prasojo.

Juara Copa yang pernah tampil di LCA

2008: Chunman Dragon, Korsel (Korean FA cup), Nam Dinh FC, Vietnam (Vietnamese Cup), Sepahan, Iran (Hazfi cup), Al Qadisiya, Kuwait (Emir Cup), Al-Sadd, Qatar (Emir of Qatar cup), Al Ahli Jeddah, Saudi Arabia (Crown Prince Cup), Al-Karamah, Siria (Syrian cup).

2007 : Shandong Luneng, China (Chinese FA cup), Arema Malang, Indonesia (Juara Copa Dji Sam Soe Indonesia II), Chunnam Dragons, Korsel (Korean FA cup), FC Pakhtakor, Uzbekistan (Izbekistani Cup).

Sriwijaya FC Incar Greg Nwokolo


Manajemen Sriwijaya FC (SFC) melalui Tim Lima terus bergerilya mencari pemain. Kali ini manajemen SFC ini menyatakan tertarik dengan striker Persija Jakarta, Greg Nwokolo.

Keinginan Laskar Wong Kito, julukan SFC, untuk membawa pemain yang lahir pada 1 Maret 1986 tersebut diungkapkan langsung Ketua Tim Lima Hendri Zainuddin. ’’Greg memang termasuk pemain yang kami inginkan dan kami sendiri sudah melakukan hubungan langsung dengan agen Greg (Edi Syahputra) kemarin,” ungkapnya.

Hanya, hasrat manajemen SFC untuk mengangkut pemain yang pernah merumput di PSIS Semarang, PSMS Medan, dan Persis Solo ini bukan hal yang mudah. Sebab, Pelatih Persija Danurwindo dikabarkan tetap mencantumkan nama Greg dalam skuadnya musim depan.

’’Semua masih bisa terjadi, tapi untuk Greg sendiri mungkin kami akan terus mencoba,” tambah Hendri. Apalagi, kemungkinan Badan Liga Indonesia (BLI) akan memastikan regulasi untuk pemain asing berjumlah tiga orang plus dua (Asia). Jadi, kubu SFC benar-benar selektif dalam mencari pemain asing. Selain itu, mereka tidak ingin terjebak dengan harga selangit yang ditawarkan agen-agen pemain.’’

Pasaran harga pemain asing itu kan berkisar dari Rp900 juta hingga Rp1,2 miliar. Namun, kami tidak ingin terburu-buru dalam membuat kesepakatan dengan pemain (asing) tersebut,” ucap Hendri. Sementara itu, anggota Tim Lima MC Baryadi menyatakan untuk masalah banderol pemain yang mungkin dinaikkan sang agen, maka pihaknya enggan dikelabui agen dengan langsung menyatakan deal.

’’Tidak banyak klub yang ada di Tanah Air ini kondisi keuangannya yang stabil. Jadi, kami masih menunggu dan tidak mau terjebak begitu saja dengan harga yang ditawarkan agen. Bisa jadi satu atau dua pekan mereka akan menurunkan harga pemain tersebut,” ujarnya.

Kemampuan Greg di lini depan rencananya akan ditandemkan dengan Keith Jerome ’Kayamba’ Gumbs. Sebab, Greg dan Kayamba sama-sama pemain pekerja keras dan bukan saja haus gol, melainkan juga kerja dua pemain ini dapat menciptakan peluang kepada pemain lain untuk membuat gol.

Namun masalahnya, saat ini Kayamba juga belum memutuskan masa depannya, apakah masih tetap bersama SFC atau tidak. Nah, dengan fokusnya Tim Lima memburu Greg Nwokolo, beberapa nama legiun asing yang telah melamar ke SFC pekan lalu, seperti dua Striker asal Singapura, Agu Casmir dan Precious Emuyeraje, playmaker asal Brasil Cristian Ricardo da Costa, winger asal Santa Fe Argentina, Rodrigo Martin Cariaga, juga gelandang naturalisasi asal Portugal, Ernesto ’Kito’ Ferreira, masih be lum terlalu dipikirkan pihak SFC.

Alasannya, harga yang ditawarkan agen mereka di atas Rp1 miliar, seperti dua pemain asal Singapura, Agu Casmir dan Precious Emuyeraje, yang berada di bawah agen Mutiara Hitam. Manajemen Mutiara Hitam mematok Agu Casmir dengan harga Rp1,5 miliar dan untuk Precious Emuyeraje dipatok Rp1,3 miliar, ditambah fasilitas rumah dan mobil untuk keduanya.