
PERSIBA Balikpapan punya banyak pemain berbahaya. Tapi, yang paling hot musim ini adalah Gaston Castano. Menurut coach Sriwijaya FC Rahmad Darmawan, Castano punya kemampuan duel bola-bola atas.
Bahkan, beberapa media terkemuka di Tanah Air melansir bahwa Gaston mampu menyelesaikan peluang 2:1. Artinya dalam dua kali peluang, satu menjadi gol. Boleh jadi ini berlebihan, tetapi pelatih 42 tahun punya pandangan lain. “Dia (Gaston, red) pemain berbahaya. Pemain yang terdekat, harus menjaganya. Jangan sampai lengah sedikit pun,” ungkap Rahmad, kemarin (23/4).
Memang, pria Argentina masih kalah subur dari penyerang lokal Talaohu Abdul Musafri. Dia hanya mengemas 7 gol. Sementara, Musafri 11. Namun, postur 182 cm/75 kg, memberi kelebihan tersendiri bagi kekasih artis cantik Julia Perez. “Dribling-nya juga bagus. Tapi, sebenarnya bukan Gaston saja. Pemain Persiba lain juga mesti kami waspadai,” timpal asisten pelatih Setyo Cipto.
Sebenarnya, Sriwijaya tiga kali bersua dengan Gaston. Terbaru, saat Gaston membela PSIS Semarang di putaran I Djarum Indonesia Super League (DISL). Tepatnya di Stadion Jati Diri, Semarang, 6 Oktober 2008. Saat itu, Sriwijaya kalah 1-2.
Dua lainnya terjadi pada 2007 lalu, saat Gaston membela PSS Sleman. Masing-masing putaran I (7/3/07) dan putaran II (1/12/07). Tapi, tak sekalipun Gaston mencetak gol ke gawang Sriwijaya.
Toh begitu, dia tetap salah satu pemain berbahaya. Buktinya, dia bisa mencetak dua gol ke gawang
Deltras Sidoarjo, 1 Agustus 2008 lalu. Kemudian satu gol ke gawang Persija Jakarta (7/3). Terbaru, mencetak satu-satunya gol kemenangan atas Persik Kediri menit ke-77 via penalti (21/4). “Mesti ada pengawalan khusus,” timpal defender Mauli Lessy.
Gaston sendiri punya hasrat. Dia ingin mencetak gol ke gawang Sriwijaya. Namun, pria yang 2006 lalu membela Almagro (divisi II Argentina), sadar bahwa sulit menaklukkan lini pertahanan Sriwijaya. “Tapi, Sriwijaya bukan tim yang tidak pernah kalah. Mereka juga sering kebobolan. Saya tahu itu,” tukasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar