PALEMBANG, 28 Mei 2009 – Juara bertahan Sriwijaya FC Palembang tampil maksimal saat menghabisi tim ‘pembunuh raksasa’ Persibo Bojonegoro. Bertarung pada leg pertama babak 8 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Kamis (28/5), Sriwijaya FC menang telak 5-0 (2-0). Hebatnya, kemenangan besar itu diraih saat Laskar Wong Kito tampil tanpa empat pemain pilar Ngon A Djam, Budi Sudarsono, Ambrizal, dan Tony Sucipto.
Bertarung di hadapan sekitar 10 ribu pendukungnya, Sriwijaya FC benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai salah satu tim elit di Indonesia. Duet Keith Kayamba Gumbs dan Anoure Obiora bak ‘hantu’ di daerah pertahanan Persibo. Di samping itu, mobilitas tinggi yang ditampilkan playmaker Zah Rahan menjadi kunci sukses tim besutan Rahmad Darmawan ini.
Sejak wasit Jandri meniupkan peluit kick-off, tuan rumah langsung menghadirkan serangan bergelombang ke jantung pertahanan Persibo yang tampil tanpa dua pemain pilarnya Morrys Power dan Sumardi karena cedera. Persibo sesungguhnya mampu memberi perlawanan selama 20 menit babak pertama.
Namun, mereka mulai kehilangan kepercayaan diri setelah kebobolan. Sriwijaya FC sendiri berhasil mengatasi kebuntuan saat Obiora memanfaatkan sodoran Zah Rahan menit 20. Gol itu mengawali pesta kemenangan Sriwijaya FC.
Unggul 1-0, tidak membuat SFC semakin kencang menekan pertahanan Persibo. Melalui sebuah serangan balik cepat, Obiora kembali menjebol gawang Persibo yang dikawal Heri Prasetyo menit 28.
Setelah gol kedua itu, SFC mulai mengurangi tekanannya. Kondisi itu dimanfaatkan para pemain Persibo dengan terus bermain terbuka dengan mengandalkan kecepatan Samsul Arif dan Varney Pas Boakay. Sebuah peluang yang didapat Boakay gagal menjadi gol setelah bola dihalau Charis Julianto.
Di babak kedua, SFC melakukan perubahan strategi dengan menarik gelandang bertahan Mauly Lessy dan bek sayap kiri Isnan Ali dengan memasukkan Wijay dan Alamsyah. Perubahan ini membuat SFC kembali bergairah sehingga tiga gol lagi tercipta melalui Charis Julianto (68), Zah Rahan (76) dan Keith Kayamba Gumbs (79). Persibo sempat mencetak gol melalui Syamsul Arif (58), tetapi sayang gol itu dianulir wasit karena ia dalam posisi offside.
Rahmad tampak puas dengan kemenangan telak yang diraih timnya. “Jujur saya akui Persibo bukan tim gurem. Mereka memiliki beberapa pemain yang berbahaya. Itulah yang membuat kami bermain menekan sejak awal sampai akhir agar permainan mereka tidak berkembang. Saya akui strategi itu sempat membuat kami kehabisan tenaga di akhir babak kedua, sehingga saya harus memasukkan dua pemain baru di babak kedua,” papar Rahmad.
Rahmad juga tidak segan memuji penampilan Persibo yang tidak takut bermain terbuka saat tampil di Jakabaring. Menurutnya, tim-tim lawan selalu memilih bertahan saat bertandang ke Palembang.
“Pertandingan menjadi menarik karena kedua tim sama-sama bermain terbuka dan kami bisa mencetak banyak gol,” lanjut Rahmad.
Kendati secara teori sulit menghentikan langkah SFC ke semifinal, Rahmad memilih tetap waspada. Menurutnya, SFC akan tetap fokus menyiapkan diri untuk menghadapi leg kedua di kandang Persibo.
Pelatih Persibo Sartono Anwar mengakui, para pemain SFC lebih pintar sehingga mampu memberondong gawang timnya lima gol tanpa balas. Secara umum ia menilai timnya bermain tidak terlalu jelek karena mampu berkembang saat menyerang, meski tidak berkembang saat bertahan.
“Apa pun saya tetap bangga dengan perjuangan para pemain. Mereka telah memberikan yang terbaik. Tetapi harus kami akui, Sriwijaya FC memang tim kuat dengan materi pemain yang merata,” tandasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar